Leader: Bukan tentang Saya

Salah satu hal yang hebat dalam memimpin tim adalah kita membawa sesuatu yang berbeda ke dalam budaya yang lama. Beberapa artikel yang sering saya baca biasanya memberikan berbagai faktor yang penting dalam memimpin seperti integritas dan pengaruh kepada tim melalui komunikasi yang efektif. Kedua hal tersebut sangat dibutuhkan oleh seseorang untuk menjadi pemimpin hebat. Namun, saya ingin membagi sesuatu yang juga penting dan bisa membuat kita berbeda dari pemimpin yang lainnya – meletakan tim di atas diri kita sendiri.

Saya harus mengakui bahwa pengalaman pertama saya sebagai seorang pemimpin sangatlah kaku. Semua orang di kantor menghormati saya karena jabatan yang saya miliki. Namun, saat terjadi masalah pengalaman saya sebagai ketua organisasi di kampus belum cukup untuk bisa menghandle tim di kantor. Saya mewajibkan tim saya untuk mengikuti procedure standar tanpa melihat dan mengetahui masalah nyata di lapangan. Belum lagi dengan motivasi tim yang menurun karena penjualan yang sulit di Bulan Februari kemarin. Akibatnya, performa tim saya menurun dan hampir saja tidak mencapai target.

Saya beruntung karena memiliki banyak mentor dan pemimpin yang peduli kepada saya. Mereka menegur saya dan memberikan saya nasihat dan masukan tentang perilaku saya. Sebagai seorang pemimpin, kita harus mampu memberikan support dan feedback kepada anggota tim kita yang tidak sedang dalam kondisi terbaiknya. Jangan sampai saat performanya yang sedang buruk, kita sebagai pemimpin malah menekan dia dan menyakiti dirinya.

Saya melihat bahwa beberapa orang terlahir sebagai pemimpin. Ada juga yang belajar dari pengalamannya sehari-hari untuk menjadi pemimpin hebat. Salah satu pelajaran yang saya sadari adalah memimpin itu bukan tentang saya. Kemudian, saya mencoba merubah pola pikir saya dari tadinya fokus kepada diri saya menjadi fokus kepada tim. Dari situlah pola pemimpin terbentuk. Guru dan pemimpin saya, Bapak Randolf Simangunsong pernah berkata bahwa

 

“pemimpin adalah seseorang yang bisa mentransfer kemampuannya kepada tim, membagi visi dia kepada tim, dan selalu hadir dalam setiap prosesnya. “

 

Dengan kata lain, kita membuat tim kita kemampuannya setara kita atau lebih. Kita menciptakan pemimpin yang lain dari tim kita.

Saya ingin membagi beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi pemimpin yang fokus pada tim:

  1. Lihat tim sebagai asset terbesar dalam kesuksesan kita. Pemimpin yang hebat membantu anggota timnya. Fokus kita adalah mengembangkan mereka, membantu mereka sukses, dan melihat mereka tumbuh menjadi orang yang mereka inginkan. Saat tim kita berhasil, itu adalah refleksi dari kita sebagai pemimpin mereka.
  2. Akui dan Apresiasi Tim. Setiap orang ingin dihargai. Sebagai pemimpin, kita harus memberi tim kita penghargaan dan pengakuan atas hal-hal hebat yang mereka lakukan. Salah satu anggota tim bisa meninggalkan pekerjaannya karena merasa tidak dihargai. Seorang pemimpin tidak boleh mengambil kredit atas pekerjaan yang anggota timnya lakukan. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang murah hati dan mengakui anak buah. Saat hal-hal hebat selalu kita akui sebagai pencapaian anggota tim, hal itu bisa menjadi budaya di tempat kita bekerja. Saat anggota lain melihat hasil jerih payah temannya diakui, dia akan merasa termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Setiap anggota tim akan bekerja lebih keras untuk menjadi orang selanjutnya yang mendapat penghargaan dari kita.
  3. Mengenal anggota tim. Tidak hanya nama atau posisi anggota tim, kita juga harus mengenal lebih jauh tentang mereka. Apakah mereka sudah memiliki anak? Apakah kita tahu dari mana mereka berasal? Apakah kita tahu apa yang mereka lakukan sebelum bekerja bersama kita? Yang paling penting, apakah kita tahu harapan dan mimpi mereka bekerja di sini? Mengetahui lebih dalam diri anggota tim akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan menambah respect mereka kepada kita sebagai seorang pemimpin.
  4. Tinggalkan ego. Anggota tim kita harus lebih baik daripada kita. Pada saatnya akan ada anggota tim yang meraih banyak penghargaan. Mereka bisa saja sekolah lagi, mendapat sertifikat, atau meraih promosi jabatan. Salah satu hadiah yang didapat oleh seorang pemimpin adalah memiliki anggota tim yang keluar dan mendapat kesempatan lebih baik di luar sana.
  5. Berikan wewenang kepada anggota tim. Setiap orang ingin dipercaya untuk membuat keputusan. Berikan wewenang kepada tim untuk menentukan sendiri suatu keputusan. Jangan menyudutkan anggota tim mu dengan memberikan keputusan yang sulit. Biarkan mereka membuat jalan sendiri dalam pengambilan keputusan sehingga mereka bisa belajar dari kesalahan. Saat keputusan yang mereka ambil tepat, mereka bisa terlihat lebih bersinar dan sukses.

Setiap orang dalam tim berhak mendapat pengakuan. Setiap orang memiliki peran penting untuk menjaga roda perusahaan tetap berjalan. Saat kita berhasil meletakan kepentingan tim di atas segalanya, kita bisa menjadi pemimpin hebat dan lebih baik dari yang lain.