Menentukan Kriteria Pasangan Hidup
By: Achoey el Haris
Sahabat, pada saat kita kan memilih pasangan hidup, hampir umumnya kita tuh memiliki kriteria untuk menentukan seperti apakah pasangan kita. Biasanya, kriteria yang kita tentukan adalah gambaran ideal sosok yang kita impikan. Kita memiliki kriteria ideal itu jelas wajar-wajar saja. Lalu, dalam perjalanan kehidupan, kita pun mengupayakan agar kan kita temukan sosok yang sesuai kriteria yang kita inginkan tersebut.
Mari kita misalkan, seorang lelaki memiliki kriteria sosok perempuan yang diimpikannya adalah seagai berikut; cantik, seksi, kulitnya putih mulus, tinggi semampai, rambut panjang terurai, gigi putih cemerlang, mata berwarna biru, hidung mancung, memiliki lesung pipit, bibir merah merekah, memiliki tahi lalat di ketiak dan wangi harum badannya. Ya sah-sah saja punya kriteria seperti itu, itu haknya lelaki itu. Soal apakah kan dia dapati sosok perempuan yang seperti itu, ah itu mah soal lain.
Seorang perempuan pun berhak memiliki kriteria lelaki yang kan menjadi pasangan hidupnya, misalkan ganteng, tinggi tegap badannya, besar ototnya, hitam legam kulitnya, tebal alisnya, kekar rahangnya, bidang dadanya, tipis kumisnya dan memiliki senyuman maut yang menghujam jiwa, ow ow hehe.
Tapi coba kita pikir-pikir, cukupkan kita menentukan kriteria pasangan kita hanya dari segi fisik belaka. Tentu saja fisik hanya salah satu sisi saja. Kita juga harus memperhatikan hal hal lain yang sekiranya penting dan kan berdampak pada keharmonisan kehidupan rumah tangga kita. Jadi apalagi kriterianya, soal kecerdasan, soal keturunan, soal kekayaan, ya itu bisa jadi segi-segi lainnya.
Tapi jauh dari sisi-sisi kriteria yang telah disebutkan di atas, ada kriteria yang paling utama yang harus kita pikirkan untuk kebaikan kehidupan rumah tangga kita. Yakni keindahan ahlaknya, pemahaman agamanya. Ketika ini menjadi yang utama, maka ini menjadi kriteria final yang menentukan. Buat apa cantik/ ganteng, pintar, kaya, dari keturunan terhormat tapi kalau jelek perangainya, buruk tingkah lakunya, jahat sikapnya, jauh dari Tuhan-Nya. Lebih baik indah ahlaknya, cantik/ ganteng parasnya, cerdas otaknya, mapan dan dari keturunan yang baik, eh itu mah sempurna ya hehe.
Kehidupan rumah tangga itu akan indah bila dijalankan dalam bingkai keharmonisan, dalam bingkai keromantisan. Suami yang baik adalah suami yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang, dan istri yang baik pun adalah istri yang bisa membuat suaminya merasa nyaman dengan sikap perhatian dan kelembutannya. Mencoba saling memahami seiring perjalanan hari, tiada cukup waktu untuk mengekspresikan rasa cinta yang tak berkesudahan, hingga renta, hingga detik terakhir menatap dunia. Bukankah ini impian kita semua? Ya, kita butuh sakinah, mawaddah, warahmat.
Baiklah, jadi jangan sungkan kita menentukan kriteria, tapi kita harus paham bahwa kriteria yang utama tetap pada keindahan ahlaknya. Bagaimana menurut sahabat?
Bogor, 6 Mei 2010


akhlak dan agamanya ya kang
—
Betul banget mbak
baik dan bertanggung jawab
—
Sip
cinta Allah dan RosulNya. InsyaAllah kriteria terbaik
—
Betul dik
memilih berdasarkan 4 perkara dan mengutamakan perkara yang pertama yaitu agama… #kayakpahamaja
—
Betul, agamanya dik (ahlaqnya)
kalau masalah cantik sekarang sudah gak antik lagi ya kang, itu kata bapak saya
—
Betul kalau fisik tak akan selamanya bertahan
Benar Bangat Kang akhlaknya yang utama…
—
Yup dik